Absen Dihari Pertama Pembukaan Dan Pelatihan Mediasi Konflik, Perwakilan Bakesbangpol Bisa Jadi “Tidak Lulus”


Sidoarjofile.com - Lokalatih mediasi bersertifikat yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sidoarjo bersama PUSAD Paramadina dan Pusat Mediasi Nasional (PMN), memasuki hari kedua, Selasa (24/1/2023).

Pada pelatihan kedua ini, peserta diberikan materi tentang Analisis Konflik, Kebuntuan, dan Keterampilan Mediator, Kesepahaman & Definisi Masalah, serta Negosiasi berdasar keinginan dan kebutuhan.

Peserta yang mengikuti pelatihan pun masih konsisten dan semangat.

Hanya saja, dua peserta dari Bakesbangpol yang sudah diberi kuota untuk ikut pelatihan, tidak hadir pada sesi pertama dan proses pembukaan oleh Plt Sekda Sidoarjo.

Sedangkan hari kedua, Bakesbangpol baru mengirim dua staff nya untuk mengikuti pelatihan.

Tentu saja, jika melihat aturan yang dibuat PUSAD Paramadina dan PMN, dua staff Bakesbang ini terancam tidak lulus pelatihan.

Kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Astin Kahuripan ini, dibuka secara resmi oleh Plt Sekda Sidoarjo Andjar Surjadianto, serta dihadiri perwakilan Kemenag tanpa perwakilan Bakesbangpol.

Dalam sambutan pembukaan, Andjar Surjadianto memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PUSAD Paramadina, yang sudah mempercayakan kegiatan lokalatih mediasi FKUB di Kabupaten Sidoarjo.

“Lokalatih mediasi ini sangat penting dilakukan, sebagai bekal dalam menangani konflik umat beragama yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Saya ucapkan terima kasih kepada PUSAD Paramadina dan PMN atas kerja samanya,” ujar Andjar.

Andjar juga memberikan pesan kepada seluruh peserta yang merupakan keluarga besar FKUB, untuk bisa mengikuti pelatihan hingga selesai dan mendapatkan sertifikat.

“Dengan mengikuti pelatihan secara maksimal dan tuntas, saya berharap peserta menjadi mediator yang handal di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ketua FKUB Kabupaten Sidoarjo Idham Kholiq menyebutkan dengan kegiatan ini para mediator akan bersertifikat nasional sekaligus menjadi tokoh kerukunan umat beragama, guna memelihara suasana kondusif dan merawat harmonisasi di Sidoarjo.

“Pelatihan ini merupakan Angkatan pertama dan pertama kali dilakukan FKUB Sidoarjo. Sedangkan peserta merupakan keluarga besar dari FKUB yang terdiri dari Ormas keagamaan, tokoh masyarakat, dan pemuda” ujar Idham.

Sementara itu Husni Mubarok Direktur Program PUSAD Paramadina menambahkan, Lokalatih mediasi tujuannya membantu FKUB, Bakesbangpol dan pemerintah kabupaten menangani konflik umat beragama.

“Harapannya supaya konflik tidak sampai pada kekerasan,” katanya. (Abidin)


Lebih baru Lebih lama
sidoarjofile.com