SORONG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung aktivitas perdagangan hasil laut di Pasar Ikan DKP Klademak, Klaligi, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/4/2026), sebagai bagian dari langkah pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan sektor perikanan berjalan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam meningkatkan infrastruktur pelabuhan, kualitas pasar ikan, serta kesejahteraan para nelayan dan pedagang lokal.Setibanya di lokasi, Wapres Gibran disambut oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya Absalom Solosa, dan Kepala Pelabuhan Perikanan Klademak Yanti Sriani Ijie.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung aktivitas jual beli ikan yang melibatkan ratusan pedagang. Data pemerintah daerah menunjukkan terdapat sekitar 127 pedagang ikan aktif, sementara total pedagang di kawasan itu mencapai lebih dari 200 orang, termasuk pedagang sayur dan kebutuhan harian lainnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solosa, menyatakan kunjungan Wakil Presiden menjadi perhatian penting bagi pengembangan sektor perikanan di wilayah tersebut.
“Kami berharap pasar ini bisa menjadi pasar yang kering dan higienis, sehingga kualitas hasil perikanan tetap terjaga,” ujar Absalom.Ia menambahkan bahwa pedagang asli Papua, khususnya Mama Papua, membutuhkan dukungan fasilitas dasar agar dapat berjualan secara layak.
“Minimal ada meja yang layak untuk berjualan, sehingga mereka tidak lagi berjualan di bawah terik matahari atau di atas aspal jalan,” tambahnya.Selain penataan pasar, pemerintah daerah juga mengusulkan penguatan sarana penunjang seperti reklamasi dermaga sepanjang 50 meter, bantuan perahu feeder, mesin perikanan bagi nelayan tradisional, hingga pembangunan cold storage berkapasitas 100–150 ton guna menjaga mutu hasil tangkapan.
Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Klademak, Yanti Sriani Ijie, menjelaskan bahwa pelabuhan saat ini melayani 123 kapal nelayan, dengan aktivitas bongkar muat harian mencapai 3 hingga 4 kapal besar dan puluhan kapal kecil.
Namun, keterbatasan panjang dermaga sekitar 500 meter menyebabkan antrean kapal saat bongkar muat.
“Kami sangat membutuhkan perpanjangan dermaga sekitar 50 meter untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kapal nelayan,” ujarnya.Menurut Yanti, hasil perikanan dari Sorong kini telah menembus pasar ekspor ke Singapura, Jepang, dan Amerika Serikat, selain dipasok ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran juga menyempatkan berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar aspirasi mereka. Salah satu pedagang ikan, Magdalena Rumi (56), berharap pemerintah dapat segera memperbaiki fasilitas pasar.
“Kami senang sekali bisa bertemu langsung dengan Wapres, semoga pasar ini bisa diperbaiki menjadi lebih baik,” katanya.Hal serupa diungkapkan Febi Rauyai (31), yang berharap kondisi pasar segera ditingkatkan agar pedagang tidak lagi berjualan di bawah panas matahari.
Sementara pedagang sayur Salumina Basna (53) mengaku senang karena pemerintah hadir langsung melihat kondisi pasar.
“Kami senang sekali kalau pemerintah datang melihat kami di sini,” ujarnya.Melalui kunjungan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah, terutama melalui pembangunan infrastruktur pelabuhan, pemberdayaan nelayan tradisional, dan perlindungan bagi pelaku usaha kecil di Papua Barat Daya.
Turut mendampingi Wapres dalam kunjungan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.(Ac)
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden
