SIDOARJOFILE.COM – Untuk mewujudkan pribadi murid yang hebat berkarakter dan berakhlakul karimah, SMP PGRI 1 Buduran mengadakan Bina Karakater di sekolah, Jum’at – Sabtu, tanggal 11 – 12 September 2026. Kegiatan yang tersusun seperti Pondok Ramadan atau pengajian selama suntuk ini, dilaksanakan secara semi boarding school. Para murid diwajibkan menginap di sekolah.
Kali ini, pesertanya adalah murid kelas VII dan VIII. Segera menyusul jadwal yang kedua : Jum’at – Sabtu, tanggal 18 – 19 September 2026, khusus untuk murid kelas IX ditambah murid kelas VII dan VIII yang belum bisa mengikuti kegiatan tersebut pada jadwal yang pertama. Dengan demikian, ditargetkan jumlah pesertanya bisa maksimal, mencapai 100 persen. Pesertanya tidak hanya murid yang beragama Islam, tapi juga yang beragama lain, seperti Kristen dan Protestan.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si., M.Pd., Gr. mengatakan, untuk menjadi manusia yang baik, maka harus disertai dengan budi pekerti yang baik. “Agar anak-anak dapat menerima materi Bina Karakter dengan baik, maka memerlukan syarat : harus ikhlas dan bersungguh-sungguh, serta bersedia untuk instrospeksi (mawas diri),”katanya.
Di sela-sela sambutannya, Kepala Sekolah juga memberikan kuiz pertanyaan tentang materi kegiatan Bina Karakter kepada para murid. Di antaranya tentang materi wudhu, adab makan, adab berbicara, dan adab berperilaku.
“Masih ditemui, terkadang ada murid yang mengajak bicara dengan gurunya menggunakan bahasa Jawa ngoko. Kegiatan ini harus berdampak atau berhasil membentuk tutur kata, sikap, dan perilaku yang baik pada murid,”jelasnya.
Kaur Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Bina Karakter SMP PGRI 1 Buduran, Siti Tri Mudayana, S.Pd. menambahkan bahwa kegiatan ko-kurikuler tersebut bertujuan untuk membangun karakter murid yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul mulia. Khususnya terkait dengan 8 DPL (Dimensi Profil Lulusan) yang pertama : Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang isinya: sikap spiritual yang kokoh, berakhlak mulia, dan mengamalkan nilai agama.
Para murid datang di sekolah pada hari Jum’at menjelang waktu sholat Asar. Untuk yang beragama Islam, kegiatan pertama : sholat Asar berjamaah, dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah. Materi 1 : Tata Cara Wudhu yang Baik dan Benar, dilanjutkan dengan prajtik wudhu (penilaian satu persatu) oleh guru pendamping kelas.
Setelah sholat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan makan malam (adab makan beserta doanya). Setelah sholat Isya’ berjamaah, disampaikan materi kedua : Adab Berbicara dan Berperilaku yang Baik. Dilanjutkan dengan praktik Adab Berbicara dan Berperilaku.
Setelah tidur (adab tidur), pada hari Sabtu dini hari pukul 03.00 WIB, para peserta Bina Karakter dibangunkan untuk berwudhu dan mengerjakan sholat tahajud, sholat tobat, sholat hajad, sholat witir. Dilanjutkan sholat Shubuh berjamaah, evaluasi dan refleksi, membersihkan dan merapikan tempat kegiatan, doa penutup, baru diperkenankan untuk pulang.
Adapun yang beragama Kristen dan Katolik, dengan rundown kegiatan: ibadah pembukaan dan doa bersama, pembukaan menjadi satu dengan yang muslim, Materi 1 : Hidup sebagai Terang dan Garam Dunia, Praktik : Mengasihi Sesama, Pendalaman Alkitab, makan malam (adab makan dan doanya), ibadah malam/renungan, Materi 2 : Berbicara dan Berperilaku yang Baik, Drama/Role Playing dan Karakter Kristen, tidur (adab tidur dan doanya), Saat Teduh Pribadi dan Doa Pagi, serta Ibadah Pagi dan Pujian.
Sementara itu, Ustad Muhammad Zaky Mubarrok, M.Pd yang menjadi pemateri Adab Berbicara dan Adab Berperilaku, menyampaikan esensi hebat, berprestasi, dan berkarakter. Khususnya terkait dengan adab berkomunikasi, bahwa mendengarkan adalah awal dari berbicara yang baik.
“Supaya menghindari : memotong pembicaraan, mengejek atau meremehkan, memainkan HP, dan langsung menyimpulkan. Supaya dibiasakan : melihat lawan bicara, menyimak sampai selesai, menunggu giliran, dan merespon dengan baik,”katanya.
Menurutnya, saat diejek, maka sesungguhnya karakter kita sedang diuji. Lebih baik pada saat diejek: diam dan tenang. Sebab, yang disebut orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri, bukan sebaliknya membalas dengan keras.
“Oleh sebab itu, kata-kata adalah cermin dari karakter. Kata-kata yang negatif : kasar, menghina, dan meremehkan. Adapun kata-kata positif yang merupakan cermin karakter baik : tolong, maaf, terima kasih, permisi. Prestasi membuat kita dikagumi. Adab membuat kita dihormati,”jelasnya.
Pada akhir presentasinya, Ustad Zaky (panggilan akrabnya) mengajak peserta Bina Karakter untuk Janji Karakter, yang isinya : “Saya menjaga ucapan, saya menghormati guru dan orang tua, saya menghargai teman, saya berani meminta maaf, saya bijak menggunakan media sosial. Prestasi membuat namany dikenal, kebaikan membuat namamu dikenang, akhlak membuat hidupmu bermakna. Hebat prestasinya, hebat akhlaknya”.
(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)