LDII Family Gathering Mubalig Balongbendo di Pantai Karanggongso Perkuat Silaturahim dan Sinergi Dakwah

LDII Balongbendo menggelar family gathering mubalig-mubalighot di Pantai Karanggongso Trenggalek untuk mempererat silaturahim dan meningkatkan semangat dakwah.

Sidoarjo - Sebanyak puluhan mubalig dan mubalighot bersama jajaran pengurus mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pagi hari dari Balongbendo, Sidoarjo. Rombongan diberangkatkan pukul 05.00 WIB dari depan SMPN 1 Balongbendo menggunakan tiga armada bus, dengan pengawalan dari Senkom Mitra Polri guna memastikan keamanan perjalanan.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, peserta disambut panorama khas pesisir selatan Jawa yang relatif tenang. Hamparan laut biru dengan gugusan pulau kecil menjadi latar kegiatan yang dipusatkan di kawasan depan Hotel Pondok Prigi.


Ketua PC LDII Balongbendo, H. Iwan Nasihin, membuka acara secara langsung. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda wisata, melainkan bagian dari strategi membangun kekompakan mubalig.

“Kami berharap para mubalig-mubalighot bisa semakin bersinergi dalam menjalankan peran dakwah. Kebersamaan seperti ini penting agar kerja-kerja keumatan menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Suasana kebersamaan mubalig-mubalighot LDII Balongbendo saat mengikuti family gathering di Pantai Karanggongso, Trenggalek, Minggu (3/5/2026).


Sementara itu, Dewan Penasehat PC LDII Balongbendo, H. Wiyono, menekankan urgensi kegiatan ini dalam menjaga semangat dan kesinambungan dakwah di tingkat lokal.

“Momentum ini untuk menyegarkan pikiran sekaligus mempererat silaturahim. Mubalig harus terus berbagi ilmu dan menebar manfaat di tengah masyarakat,” katanya.


Kegiatan ini memiliki nilai strategis di tengah tantangan dakwah modern yang menuntut pendekatan adaptif dan kolaboratif. Berdasarkan data internal organisasi, peran mubalig di tingkat kecamatan menjadi ujung tombak pembinaan umat, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial dan digitalisasi informasi keagamaan.

Family gathering semacam ini menjadi pendekatan non-formal yang dinilai efektif dalam meningkatkan kohesi internal sekaligus menjaga kesehatan mental para dai.


Selain sesi pembukaan dan pengarahan, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas rekreatif. Peserta memanfaatkan waktu dengan berenang, menaiki wahana perahu, hingga mengabadikan momen di ikon wisata setempat seperti Jembatan Luna Maya.

Sebagian peserta juga memilih menikmati suasana santai di kafe sekitar pantai, menikmati kopi sambil memandang lanskap laut yang kerap disebut memiliki kemiripan dengan destinasi premium Indonesia bagian timur.

Kegiatan ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap:

  • Penguatan jaringan dakwah tingkat lokal
  • Peningkatan semangat mubalig dalam menjalankan tugas
  • Terbangunnya komunikasi lintas generasi dalam organisasi
  • Relaksasi psikologis sebagai penunjang produktivitas dakwah

Selain itu, keterlibatan sponsor seperti Sumber Makmur, Mandiri Jaya Mojokerto, Catering Barokah, dan Ta-tita menunjukkan adanya dukungan kolaboratif antara komunitas dan pelaku usaha lokal.


Pengawalan oleh Senkom Mitra Polri menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Hal ini mencerminkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan mitra keamanan dalam mendukung kegiatan publik.


Rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.00 WIB untuk kembali ke Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa penguatan organisasi tidak selalu dilakukan melalui forum formal, tetapi juga melalui pendekatan kebersamaan yang lebih humanis dan menyenangkan.(Ac)


Sumber Resmi
  • Panitia PC LDII Kecamatan Balongbendo
  • Dokumentasi kegiatan (3 Mei 2026)
  • Keterangan resmi pengurus dan dewan penasehat

Lebih baru Lebih lama
sidoarjofile.com - Menguak Yang Tersembunyi